|
|
Palu:Rio Tinto dalam kawasan pelestarian alam di Indonesia
Rio Tinto sedang melakukan eksplorasi emas dalam kawasan pelestarian alam di Indonesia, dan merencanakan untuk melakukan penambangan emas di daerah tersebut walaupun ditentang oleh komunitas setempat dan pecinta lingkungan hidup. Dengan sombongnya Rio Tinto mengakui telah mempengaruhi pemerintah untuk memindahkan batas daerah pelestarian alam tersebut untuk menghilangkan jejak proyeknya.
Taman Hutan Paboya-Paneki (Tahura) adalah daerah pelestarian alam yang berlokasi dekat kota Palu di Sulawesi Tengah, dimana secara tradisionil dikelola oleh komunitas setempat. Tahura itu merupakan sumber kekayaan alam yang berharga dan berperan sebagai sumber mata air yang memenuhi persediaan air minum masyarakat Palu. Tambang emas yang secara resmi bernama "Prospek Palu" sedang dikembangkan oleh PT. Citra Palu Mineral dengan 90% sahamnya dimiliki oleh Rio Tinto Indonesia. Saat ini proyek pertambangan melakukan fase eksplorasi, setidaknya 14 lubang pengeboran telah dibuat. Buletin MPI telah berbincang -bincang dengan Bapak Muhardjo, proyek manajer Rio Tinto. Beliau menegaskan bahwa kegiatan eksplorasi pertambangan termasuk pemboran telah dilakukan di daaerah Tahura, setelah tempat itu dinyatakan sebagai daerah konservasi. (1) Bapak Muhardjo juga menyampaikan bahwa saat ini Rio Tinto sedang bernegosiasi dengen pemerintah daerah setempat untuk memindahkan tapal batas wilayah Tahura tersebut agar segera bisa menambang kira-kira 18 juta ton bijih besi, yang mengandung emas 3, 4 gram emas per ton. Biar bagaimanapun, Muhardjo tidak melihat adanya masalah bila Rio Tinto melakukan penambangan kawasan konservasi termasuk taman nasional "selama peraturan pemerintahan diperhatikan." Proyek Pertambangan tersebut akan menggusur masyarakat lokal, merampas lahan masayarakat, hutan dan sumber kekayaan alam lainnya. Proyek ini menimbulkan dorongan pernyataan tertulis yang keras dari pihak yang tidak menyetujui yaitu komunitas Poboya termasuk empat LSM setempat dan nasional yang menentang proyek ini. Manajer proyek Rio Tinto tidak mengindahkan protes masayarakat mereka, dan hanya menanggapi "Pecinta lingkungan selalu memprotes. Tetapi hal itu sudah biasa terjadi, para pecinta lingkungan selalu memprotes di berbagai penjuru dunia." Kelompok lingkungan hidup di Australia sementara telah menerima keputusan Rio Tinto untuk membekukkan proyek Uranium Jabiluka dikarenankan banyaknya dampak bagi penduduk setempat (2). Proyek Jabiluka sangat ditentang tidak hanya karena masalah pertambangan Uraniumnya tetapi juga karena daerah proyeknya terletak di taman nasional Jabiluka dan ditentang oleh pemilik tradisionil Jabiluka. Sayangnya, Rio Tinto tidak mau mengambil pelajaran dari Jabiluka untuk operasi-operasi pertambangannya di Indonesia. (1). Hubungan telepon dengan Bapak Muhardjo, Manajemen Rio Tinto Indonesia di Proyek Palu Rio Tinto (geologis eksplorasi) 28 Maret 2001 (2) John Phaceas, "Rio waits for a new era on Uranium", The Australian, March 23, 2001 |
|
||||||||||||||||||