
 |
 |
Profil Organisasi: Mineral Policy Institute (MPI)
Adalah sebuah
Organisasi Non Pemerintah (ORNOP) dan Non profit yang berbasiskan di
Sydney Australia, berfokus pada monitoring dan kampanye Dampak
Pertambangan pada Lingkungan Hidup, Ekonomi dan Sosial Budaya di wilayah
Asia Pasific dan Australia. Juga me mfokuskan kegiatannya pada monitoring
kegiatan dari perusahaan pertambangan Australia yang beroperasi di banyak
negara. Berdiri pada tahun 1995, MPI merupakan Organisasi yang berbasiskan
pada masyarakat, yang secara ekstensif melakukan jaringan dengan Ornop
lain di dunia dan juga dengan masyarakat korban pertambangan seperti di
Indonesia, Philippina, PNG, India, China, Australia dan Kepulauan pacific.
Dan juga bekerja sama dengan Organisasi-organisasi Lingkungan dan HAM di
USA, Canada, Africa, Amerika Latin dan Eropa. Pertambangan menjadi fokus
dari konflik-konflik yang terjadi antara perusahaan raksasa dengan
masyarakat lokal terutama 'masyarakat indigenous'. Konflik Pertambangan
berkaitan erat dengan banyak isu seperti: keanekaragaman Hayati,
Kelestarian Lingkungan, HAM, Perubahan Iklim, perdagangan Bebas dan
Globalisasi.
Tujuan MPI:
Mencegah segala kegiatan pertambangan yang mengancam lingkungan hidup,
kehidupan sosial, dan HAM.
Memastikan agar Pertambangan di wilayah Asia Pasific berjalan sesuai
dengan prinsip-prinsip Kelestarian Ekologi dan Keadilan Sosial.
Mempromosikan pemakaian mineral alam dengan efisien, pengurangan
konsumsi sumber alam, dan pengurangan dampak dari eksplorasi pertambangan.
Latar Belakang Penanganan Isu Pada dekade ini,
eksplorasi mineral dan pembangunan di Asia pasific meningkat tanpa
kendali. Masyarakat yang tidak mempunyai pengalaman dengan Pertambangan
dan pembangunan ala barat sebelumnya, terus mendapat dampak dari
perkembangan dan aktivitas perta mbangan. Banyak kelompok masyarakat yang
dengan tegas menolak bahkan melawan kegiatan pertambangan, (tambang BHP di
OK Tedi di PNG, Rio Tinto dan Aurora Gold di Kalimantan) dengan dampak
lingkungan dan sosial yang besar, merusak kehidupan ekologi dan membuat ma
syarakat yang biasanya mampu mencukupi kebutuhan makanan dari
lingkungannya menjadi tergantung dengan makanan kemasan dari kota.
Masyarakat yang terkena dampak pertambangan biasanya:
Tidak mempunyai informasi tentang dampak pertambangan
Tidak mempunyai informasi hukum dan bantuan yang berkaitan dengan
hukum
Tinggal didaerah yang jauh dan terbatas dari kemudahan untuk
mendapatkan bantuan hukum & administrasi, terutama dalam melakukan
negoisasi dengan perusahaan raksasa. MPI, bersama dengan organisasi
patnernya telah melakukan hal-hal yang nyata, seperti: menyiapkan
informasi, dukungan logistik dan kemampuan berjaringan. Kapasitasnya dalam
mengembangkan program seperti, kunjungan lapangan, dukungan tehknik, serta
pelatih an dan lokakarya untuk menyiapkan masyarakat dengan keahlian dan
kemampuan yang diperlukan.
Masalah-masalah yang ditangani oleh MPI:
Kerusakan Lingkungan Yang berdampak Luas, seperti, pembuangan limbah
toxic pertambangan, pencemaran sumber air termasuk sungai dan danau,
kerusakan sumber laut dari pembuangan limbah ke dasar laut, limbah asam
dari pertambangan, kehilangan sumber mak anan, dan polusi udara yang
disebabkan dari pembakaran timbal pada BBM.
Kesenjangan ekonomi pada lokal dan regional ekonomi yang disebabkan
Aktifitas Perusahaan raksasa.
Kurangnya informasi dan terbatasnya dukungan terhadap masyarakat yang
memerlukannya.
Ancaman keanekaragaman hayati, karena sebagian besar tambang di
wilayah Asia Pasific membuang limbahnya di laut atau di aliran sungai.
Dampak-Dampak negatif lain yang terlihat jelas termasuk Pelanggaran
HAM dan Militer, Penindasan terhadap hak-hak buruh, Masalah kesehatan,
Prostitusi dan dampak alkohol, Penindasan hak-hak adat dan penindasan
terhadap hak-hak perempuan.
Organisasi Teman Kerja MPI MPI pada saat ini
menjalin kerja sama dengan lebih dari 200 lembaga keagamaan, lingkungan
hidup, Pembangunan dan HAM dalam aktifitas yang berbeda. Beberapa
organisasi yang berkerja sama dalam kegiatan spesifik, seperti:
Batu Bara watch: Asia pacific Climate Action Network
Informasi masyarakat dan Dukungan Advokasi di Indonesia and
Philippina: Legal Rights Centre and the Mining Communities develpoment
center, (Philippines); WALHI, Mining Avocacy network-Jatam (Indonesia);
Informasi masyarakat dan Dukungan Advokasi di Melanesia: Melanesia
Environment Foundation, Conservation melanesia, environmental Rights
Centre (PNG), WWF- South Pacific, Mineral Policy center and project
Underground (USA). CAA-Oxfarm Australia dan Au stralian Conservation
Foundation (Autralia)
Pembuangan Limbah di Dasar Laut: NGO Environmental Watchdog Group,
Greenpeace (PNG), Mineral Policy Center (USA), Mining Watch Canada,
Environmental mining Council of BC (Canada)
Dampak dari Pertambangan Emas: Melanesia Environment Foundation, WWF-
South Pacific, Project Underground (USA).
Pertanggungjawaban Sektor Keuangan: Aidwatch (Australia), WRI, Centre
for International Environmental Law, Pacific Environmental Resource Centre
and FoE (USA)
Database Internasional: Project Underground (USA), Environmental
mining Council of BC (Canada).
Kontak MPI: Silahkan anda menghubungi MPI dengan
Bahasa Indonesia, untuk informasi seputar pertambangan. Pada saat ini di
MPI ada dua orang yang dapat berkomunikasi dengan bahasa Indonesia,
yaitu: 1. Yoga Sofyar 2. Nina Lansbury
MPI - Mineral Policy
Institute Monitoring the mining industry; Campaigning for better
social and environmental practice; Working with local
communities. Email: mpi@mpi.org.au P.O. Box 21 Bondi
Junction, NSW 1355 Australia Phone: 61 (0)2 93875540 Fax: 61 (0)2
93861497
Kembali ke atas
|
 |
|